Lele Lela Sangat Mengecewakan Istri!!

Lele Lela Sarang Tawon

Setelah sekian lama menyimpan rasa penasaran dan curiga terhadap sebuah tempat makan berlogokan lele narsis diatas piring dengan gaya yang sok kecentilan. Sebut saja Lele Lela, sebuah rumah makan yang bercita-citakan tinggi, ingin menduniakan pecel lele yang paradigmanya adalah suatu makanan yang biasa dijajakan para pedagang kaki lima atau bisa dibilang makanan jalanan.

Rasa penasaran dan curiga saya selama ini terhadap tempat makan ini, akhirnya tertebus dengan berkunjungnya saya bersama istri ke salah satu cabang Lela yang ada di Jalan Margonda Raya Depok. Ketika memasuki rumah makan, kami disambut dengan begitu antusias oleh para pegawai Lela, mereka dengan kompaknya menyapa “Selamat Pagi” bla..bla..bla.. entah kata-kata apa ngak begitu kedengaran, karena suasana rumah makan cukup ramai ditambah dengan bising suara kendaraan di jalanan, yang memang kondisi jalan saat itu lumayan macet.Meskipun kami datang diwaktu malam namun kami tetap disapa dengan sapaan “Selamat Pagi” kenapa? karena itu sudah menjadi ciri khas mereka yang menjadikan mereka berbeda dari rumahmakan lainnya.

Setelah disodori daftar menu oleh salah satu karyawan, akhirnya saya dan istri memesan satu porsi Lele Sarang Tawon dan satu porsi ayam bakar, ditambah dengan dua gelas jus jeruk dan seporsi sop buah yogurt. Nah..disinilah detik-detik kekecewaan demi kekecewaan dimulai, pertama setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan Ayam Bakar istri saya muncul dengan aroma yang menggoda. Dan saya pun mulai merasakan kecewa, karena pesanan Lele Sarang Tawon saya ternyata lama tidak muncul-muncul. Kok bisa lama? karena memang proses memasak Lele Sarang Tawon ini cukup rumit sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dari menu lainnya. Setelah bersabar akhirnya munculah seporsi lele yang berselimutkan sarang tawon. Penampilannya unik, baru kali ini saya menjumpai pecel lele dengan penampilan yang begitu sexy berselimutkan balutan tepung krispi menyerupai sarang tawon. Setelah mencicipinya, baru terasa perbedaan antara Pecel Lele di Lele Lela dengan Pecel lele yang biasa kita konsumsi dari warung-warung pecel lele yang ada di tepi jalan. Sarang Tawonnya begitu gurih dan renyah, ditambah dengan daging lele yang lembut dan nikmat sehingga menjadikan Lele Sarang Tawon ini menurut saya nomer satu dibanding dengan lele – lele lainnya.

Namun setelah menikmati itu semua betapa kecewa istri saya dibuatnya, kenapa? Gimana nggak kecewa, karena sejak makan di Lele Lela saat itu, saya jadi kecanduan pingin sering-sering makan disana lagi, dan sebab itulah jadi merusak program pengiritan nasional yang sedang dijalani dalam rangka membangun kas negara yang lebih baik hehehehehe….

Eitzz… tapi jangan khawatir, kalau teman-teman ingin mencobanya tarif makanan disini tidak mahal kok, masih relatif terjangkau. Kalau di range harga antara 5.000 – 18.000 an saja. Tapi.. berhubung kami memang sedang ada program pengiritan nasional, dalam rangka berusaha membangun istana yang indah hehehe… jadinya istri kurang suka kalau saya sering-sering makan diluar. Lebih baik makan dirumah menikmati olahan ala Chef Istri, sehingga sisa uangnya bisa ditabung biar cepat memiliki rumah impian😀

Selamat mencoba kelezatan Lele Lela dan selamat berakhir pekan.

**Sumber Image: website resmi Lele Lela

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s