Kyai Cabuli Santri di Bawah Umur

Suasana pengosongan Ponpes Nurul Hidayah Jalan Gadel Timur I/9A dijubeli warga sekitar. Ratusan warga baik wanita, pria dan anak-anak tampak berkumpul di sekitar ponpes. Warga memaksa agar penghuni ponpes baik pengurus maupun isi ponpes segera dikosongkan.

Sesekali terdengar teriakan warga yang menghujat pendiri ponpes M. Shodiqin alias Imbar Mulyono yang kini dijadikan tersangka. “Ayo kyai cabul dan kroni-kroninya, segera pindah dari sini. Tidak usah lama-lama,” teriak salah satu warga yang diamini warga lain, Minggu (28/3/2010).

Batas akhir pengosongan ponpes berakhir pukul 24.00 WIB, namun warga yang sudah kesal dan tidak sabar menyerbu ponpes. Apalagi hingga pukul 10.00 WIB semua pengurus ponpes belum juga meninggalkan lokasi. Sambil menghujat, warga masuk ke area ponpes dan memasuki kamar-kamar mencari ada kemungkinan santri atau pengurus yang bersembunyi.

“Sabar mas, kami masih menunggu mobil angkutan,” ujar salah satu pengurus Ponpes Nurul Hidayah, Tutus kepada warga.

Namun tampaknya warga tak sabar dan menyuruh mereka berkemas. Apalagi semua barang-barang sudah dimasukkan kardus-kardus.

Pengosongan itu terkait perbuatan asusila yang dilakukan pendiri ponpes yakni M. Shodiqin alias Imbar Mulyono (60). Dengan bejatnya, Imbar mencabuli 2 santrinya yang masih kecil yakni Sebut saja Wulan (11) dan AH (9).

Akibat perbuatannya itu, warga sempat menyerbu pondok dan melakukan perobohan papan nama ponpes, pagar dan melempar atap mushola ponpes, Selasa (23/3/2010) malam. Dan kini Imbar sudah ditetapkan sebagai tersangka.

sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s