Tren Penculikan Bayi dari Tempat Bersalin Meningkat

Komnas Perlindungan Anak mencatat tren penculikan bayi dari tempat-tempat bersalin meningkat dari tahun 2008 ke 2009. Tercatat ada 32 kasus yang ditangani Komnas Anak sepanjang tahun 2008. Sedangkan pada tahun 2009, jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat mencapai 72 kasus dari 12 tempat bersalin.
Kepolisian jangan anggap ini musibah. Polisi harus bongkar dan rumah sakit harus bertanggung jawab.

Dalam keterangan pers hilangnya bayi Muhammad Zain Fazza Azahra dari RSUD Semarang di Komnas Anak, Sabtu (9/1/2010), Aris Merdeka Sirait mengatakan, tempat terjadinya kehilangan meliputi rumah sakit, klinik, dan bidan.

“Modusnya sama. Hilang tak bertanggung jawab. Ada pula yang pura-pura tertukar,” katanya. Korban sebagian besar memang para bayi yang dilahirkan caesar. Pasalnya, 87 persen rekomendasi kelahiran dari dokter adalah caesar.

Aris mengatakan, modus ini dimanfaatkan pula untuk menekan masyarakat miskin. “Dia pas datang periksa dibilang kondisinya bagus. Pas mau lahir dibilang sungsanglah, apalah. Jadi rekomendasinya caesar. Dipinjamkan jaminan biaya dulu awalnya, lalu kalau di belakang-belakang enggak bisa bayar, bayinya ditahan dan hilang,” ungkap Aris lagi.

Salah satu kasus yang tengah ditangani Komnas Anak kini adalah hilangnya empat bayi kembar di Medan. Terjadi pula di Batam. “Kepolisian jangan anggap ini sebagai musibah dan diganti sama anak orang lain. Saya mensinyalir ada sindikat. Polisi harus bongkar dan rumah sakit harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Dalam kasus bayi Zain di Semarang, Aris baru mensinyalir adanya indikasi penculikan bayi yang melibatkan rumah sakit. Pasalnya, keamanan rumah sakit memang kurang terjaga.

Menurut Galih Mahendra dari Lembaga Cegah Kejahatan Semarang yang mendampingi orangtua bayi Zain, penjagaan dan keamanan di rumah sakit ini memang lemah. “Di rumah sakit itu sering terjadi pencurian. Ketika kita laporkan ke pihak rumah sakit ada pencurian, mereka menjawab sudah biasa,” katanya.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s