Terbukti Demonstran Iran Disiksa hingga Tewas

kompas.com mengatakan :

0200107pTim dokter menemukan bukti bahwa putra politisi konservatif terkemuka Iran tewas dipukuli dan ditelantarkan di penjara. Hal ini adalah konfirmasi resmi pertama tentang penyiksaan terhadap para demonstran yang ditangkap selama kerusuhan pemilu.

Laporan itu pertanda bahwa kelompok konservatif akan menuntut tanggung jawab atas penganiayaan terhadap demonstran. Selama ini kelompok konservatif cenderung mendukung pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Banyak demonstran dari kelompok oposisi ditangkap pascakerusuhan pemilu. Mereka dilaporkan disiksa bahkan diperkosa—baik tahanan pria maupun wanita—selama di penjara. Laporan ini membuat geram kalangan konservatif ataupun oposisi proreformasi.

Kemarahan pihak konservatif dipicu oleh kematian Mohsen Rouhalamini, putra seorang penasihat capres yang kalah, Mohsen Rezaei. Polisi awalnya menyebut kematian Rouhalamini di tahanan karena meningitis. Namun, kantor berita setengah resmi, Mehr, yang dekat dengan kelompok konservatif melaporkan, Senin (31/8), dokter forensik negara menemukan bukti penyiksaan di jenazah Rouhalamini. Laporan dokter itu telah disampaikan kepada aparat hukum 10 hari lalu.

Disebutkan Rouhalamini meninggal karena “stres fisik akibat penahanan dalam kondisi buruk, serangkaian pukulan, dan sejumlah luka di tubuh”. Demikian dilaporkan Mehr mengutip sejumlah sumber yang enggan menyebutkan nama.

Laporan ini sulit mendapat konfirmasi secara independen, tetapi kelompok konservatif yang kritis terhadap Ahmadinejad pernah menggunakan kantor berita ini untuk membocorkan informasi.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei baru-baru ini menunjuk saudara rival konservatif utama Ahmadinejad untuk mengepalai lembaga kehakiman. Sejumlah analis mengatakan, penunjukan ini untuk meredam kemarahan kalangan konservatif karena dukungan Khamenei terhadap hasil presiden yang dipersengketakan.

Kepala lembaga kehakiman baru, Sadeq Larijani, yang merupakan saudara pimpinan parlemen, Ali Larijani, baru-baru ini membentuk tim beranggotakan tiga orang untuk menyelidiki kerusuhan pascapemilu. Termasuk tuduhan penyiksaan terhadap para demonstran.

Pemerintah membenarkan sedikitnya 30 orang tewas selama kerusuhan, tetapi kelompok oposisi meyakini sedikitnya 69 orang tewas. Ratusan demonstran dan aktivis oposisi juga ditangkap. Rouhalamini ditangkap selama demo 9 Juli dan dibawa ke rumah sakit dua pekan kemudian. Setelah beberapa jam dirawat, ia tewas. Situs-situs reformis menyebut dia ditahan di penjara Kahrizak, tempat banyak tahanan disiksa. Ayah Rouhalamini mendapati rahang putranya patah saat jenazahnya diserahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s