Pengorbanan Dalam Cinta

gqp8-10k-1Cerita ini adalah cerita pribadi yang sedang saya alami sebagai ungkapan perasaan yang terpendam dalam benak hati kecilku.

Entah salah apa dan dosa apa, yang membuat aku terjatuh dalam suatu ikatan yang terkadang melahirkan suatu penyesalan dan kegalauan hati dalam menjalankan sebuah kehidupan yang sesungguhnya tidak ada dalam kamus perjalanan hidupku apa lagi dalam impian hidupku. Tapi setelah menjalani semua ini aku semakin sadar bahwa aku tidak boleh selalu egois dalam menjalankan suatu kehidupan, karena aku tau dia dengan tulus tanpa pamrih mencintai dan menyayangi ku apa adanya tanpa sedikitpun mengharapkan suatu pembalasan selain rasa cinta dan kasih sayang dariku meskipun dia tau kalo sesungguhnya tidak ada rasa cinta sedikitpun dari ku akan dirinya tetapi dia selalu berusaha untuk bersabar dan bertahan demi rasa cintanya.

Waktu itu sekitar bulan Oktober’08 kami berkenalan pada suatu acara di Bekasi, berawal dari situ kami saling bertukaran nomor hand phone dan sejak itu pula kamipun jadi sering berkomunikasi melalui media tersebut. Dia sering SMS dan menelphone ku walaupun cuma sekedar menanyakan kabar ataupun menanyakan keberadaan ku tak luput pula terkadang dia hanya menanyakan apakah aku sudah makan apa belum. Selang beberapa saat kami bertemu kembali di sebuah Mall di kawasan tol barat Bekasi, kami saling mengobrol kami saling ngobrol masalah pribadi, temen dan sebagainya yang ada di pikiran kami.

Setelah pertemuan kedua tersebut, entah apa yang menjadi daya tarik dalam diriku sehingga membuat dia memiliki rasa sayang dan cinta kepada diriku dan menimbulkan rasa ingin memiliki akan diriku. sedangkan dia tau kalau aku itu orangnya cuek banget terhadap dirinya, sedang buat SMS tuk sekedar menanyakan kabar saja ga pernah apa lagi nelpon dia ga pernah sama sekali hanya sekedar membalas SMS dan mengangkat telphon darinya saja. Tetapi kenapa bisa membuat dia jatuh cinta kepadaku???

Tepat tanggal 22 Desember’08 dirinya menyatakan isi hatinya terhadap diriku walaupun dia sadar kalau dia itu cewek tidak seharusnya mengungkapkan perasaan terhadap cowo dan diapun tau betapa gengsinya kalau cewe mengungkapkan isi hatinya terlebih dahulu terhadap cowo. Tetapi diapun berfikir suatu perasaan terlalu lama dipendam, malah akan membuat dirinya menderita dan akan selalu berada dalam ketidak pastian. Pada akhirnya dengan penuh rasa takut dan getaran jiwa yang semakin menggebu, detak jantung yang semakin kencang, dan aliran darah yang semakin mendesir dia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya tersebut.Betapa terkejutnya aku ketika mendengar kata – kata yang terucap dari bibirnya hati kecilku mengatakan ” Ya Tuhan apa dia sadar dengan apa yang dia katakan, dan apa yang mesti aku lakukan untuk dirinya ” akhirnya aku minta waktu untuk menjawab semua itu dan dengan nada terpaksa dia pun menyetujuinya.

Setelah berfikir akhirnya aku menerima ungkapan isi hatinya dan akhirnya kamipun berpacaran walaupun hati kecilku mengatakan kalau aku tidak mencintainya namun apa salahnya sih kalo mencoba untuk mencintai seseorang yang memang belum bisa aku cintai sapa tau suatu saat aku bisa benar-benar dengan tulus mencintai dia apa adanya. Namun setelah aku jalani hubungan ini semakin lama semakin membuat perasaanku tidak nyaman dan akupun tetap tidak bisa mencintai dia walaupun walaupun aku bisa menyayangi dia dengan tulus, dan pada suatu saat aku mencoba untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan dan akukatakan kepada dirinya ” kalau sebaiknya kita bersaudaraan saja kamu anggap aku sebagai abang kamu dan akupun menganggap kamu sebagai adik aku dengan kata lain kita tidak usah menjalin hubungan khusus selain hubungan kakak dan adik dan akupun akan terus berusaha menyanyangi kamu selayaknya hubungan kakak dan adik ” namun dia tetap tidak mau menerima atas keputusan ku dan diapun terus memohon agar aku tetap menjadi pacarnya yang selalu berusaha untuk setia dan dengan tulus mencintainya, berhubung dia terus memohon dan meminta di iringi dengan tetes air mata yang terus mengalir dari sudut matanya selain itu juga aku orangnya ga tegaan terhadap siapapun akhirnya aku putuskan untuk mencobanya kembali. Namun setelah berjalan beberapa saat aku tetap tidak bisa menerima keadaan ini semakin lama kujalani malah semakin membuat ketidaknyamanan pada diriku akan kelangsungan hubungan tanpa cinta ini dan akhirnyapun aku mencoba untuk mengatakan kembali apa yang ada dalam benak hatiku yang tlah lama terpendam untuk menjadikan hubungan cinta ini menjadi hubungan persaudaraan dan kali ini Ia menyetujuinya karena dia tidak bisa terus memaksa dan mengekangku.

Awalnya aku bahagia mendengar keputusan darinya tapi setelah beberapa saat aku perhatiin dari sikapnya kayanya dia membohongi dirinya sendiri untuk menerima semua ini dan tidak lama kemudian aku lihat dia menangis dan akhirnya terjatuh pingsan karena dalam hati kecilnya dia ngga mau jauh dari ku dan keberatan dengan apa yang sudah menjadi keputusanku sampai akhirnya peris tiwa ini terulang sampai tiga kali dan terakhir minggu 1 maret 2008 setelah aku meminta untuk mengahiri hubungan tanpa cinta ini dia di opname di rumah sakit karena tidak sadarkan diri selama satu hari satu malam dan pada akhirnyapun aku terus mengalah dan mengalah demi kelangsungan hidup seseorang yang kebetulan menderita sakit lemah jantung dan selalu kambuh ketika dia sock akan peristiwa yang membuat dia terus memikirkannya.

Walaupun pada awalnya dengan berat hati menjalaninya namun pada akhirnya aku sadar kalau dia benar2 membutuhkan ku dan mengharapkan ku untuk selalu mendampingi dirinya. Sampai saat inipun aku masih berusaha untuk dapat terus mencintai dan menyayangi dia apa adanya walaupun sedikit berharap suatu saat dia membuka pintu hatinya untuk mengizinkanku menemukan apa yang aku harapkan, dan sampai saat inipun aku masih belumtau apa yang semestinya aku lakukan supaya diantara kami berdua tidak ada yang merasa dirugikan dan akupun ngga tau apakah dia yang egois atau akunya yang bodoh untuk melakukan tindakan yang tidak tegas atas semua ini tapi yang jelas aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk dirinya maupun diriku sendiri dan aku serahkan semua ini kepada yang maha kuasa untuk selalu memberikan yang terbaik untuk kehidupan kami. Amien 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s